Ajal takkan bisa diundur maupun dimajukan sedetikpun

Hari ini, pagi jam 8 terdengar pengumuman melalui speaker kelas, bahwa murid saya yang bernama M Windu Adi W. masih berada di ICU RS Telogorejo Semarang.. Sungguh tak mengira bahwa dia yang tergolong siswa penurut (menurut kacamata saya).. Eh tak tahunya jam 9an pas saya mencoba untuk memotivasi kelas XII IPS 2 , ada siswa saya yang laen ngabari: “Pak, Windu udah nggak ada Pak”.. Weladalah, saya bingung mo ngomong apa, yang saya lakukan hanya mbaca Al- Fatihah untuk Windu. Akhirnya session motivasi saya lanjutkan, habis itu saya langsung ke rumah duka bersama-sama guru yang laen.

Sampai di rumah duka, ternyata jenasah belum sampe di rumah, jadi ya nunggu dulu.. Selama waktu berjalan menunggu kedatangan jenasah, pikiran saya ini melayang beberapa tahun yang lalu ketika kehilangan seorang ibu yang sangat saya cintai dan mencintai saya (indeed).. Ketika itu semua terjadi begitu cepat. Ibu saya meninggal karena kompor di rumah meledak.. Kata “seandainya” tidak boleh ada di pikiran saya. Emang sih pertama ketika ibu dinyatakan meninggal saya melihat beliau masih bernapas dan masih hidup di mata saya. Tapi kenyataan harus saya terima. Ibu sudah meninggal.. Dan ketika mengantar ibu ke kamar jenasah lambat tapi pasti pandangan saya berubah menjadi gelap dan sampai semua gelap gulita. terbangunpun sudah ada di rumah. Saya masih mengira ini adalah mimpi. Tapi ya itulah kenyataan takdir kematian tidak bisa dimundurkan maupun dimajukan barang sedetikpun…

Mungkin perasaan saya juga dialami oleh keluarga Windu atau bagi siapa saja yang pernah ditinggal mati oleh orang-orang yang dicintai..

Ratapan orang tua windu mengingatkan pada diri saya, bahwa cepat atau lambat kita semua akan mati.. Maut tidak menunggu kita sehat atau ketika kita sakit, maut tidak akan menunggu kita muda atau tua, maut tidak akan menunggu kita di jalan atau di tempat tidur, maut tidak akan menunggu kita dalam keadaan kufur atau beriman, maut tidak akan menunggu..

Semoga hikmah ini dapat menjadikan pelajaran bagi kita semua agar tetap menjaga iman kita dalam keadaan apapun, agar kelak kita dimatikan dalam keadaan khusnul khatimah.. Aaaamiiinn.

Ditulis dalam Cerita, Islam. Tag: , , . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: