Membeli Rumah itu seperti Memilih Jodoh…

Beberapa bulan setelah menikah, saya mencoba berusaha untuk bisa memiliki rumah sendiri. Saya pikir inilah saat yang tepat untuk hidup mandiri membangun rumah tangga bersama istri saya, bisa menjadi kepala rumah tangga yang bertanggungjawab atas apa-apa yang harus saya pertanggungjawabkan. Bapak saya juga mendukung rencana tersebut. Walhasil melalui teman-teman Bapak, saya mendapatkan calon rumah yang akan dibeli. Rumah itu sesuai dengan kriteria yang kami berdua inginkan. Tanahnya luas, bangunannya kuat, terletak di desa, sumber air yang mencukupi, dan pada intinya kami berdua sudah jatuh hati dengan rumah itu. Demikian juga dengan Bapak saya. Rumah itu milik seorang kakek yang tinggal di sebelah rumah yang akan dijual itu. Dia tinggal bersama seorang anaknya. Ternyata eh ternyata rumah yang akan dijual itu punya cerita.
Ceritanya begini…Setahun yang lalu anak menantunya telah menggadaikan rumah-tanahnya. Dan tanah itu terdiri atas dua rumah tersebut. Dan kini sudah tanggal jatuh tempo pembayaran angsuran yang telah menunggak selama setahun. Dan bulan tersebut rencananya akan dilelang. Singkat kan… Trus mau dijual untuk menutup hutang tunggakannya. Tujuannya supaya rumah kakek itu tetap di situ dan saya mendapatkan rumah yang sebelahnya.
Begitulah seterusnya hingga tercapai kesepakatan-kesepakatan. Akhirnya di saat hampir menandatangani surat jual beli, ternyata ada hal yang tidak diduga terjadi. Si anak menantu yang punya tanggungan di bank tidak kembali-kembali juga dari perantauannya (minggat). Jadi, diputuskan pembelian rumah itu batal. Itulah pengalaman saya membeli rumah untuk hidup berumah tangga, meskipun saya sudah jatuh hati.
Yang kedua pun hampir sama, saya sudah datang ke rumah yang akan dijual itu dan terganjal masalah sertifikat. Dan bisa ditebak… GAGAL…
Mungkin belum jodoh kali yee… Itu kata bapak saya…
Yang ketiga, wallahu a’lam… Doakan semoga bisa…

Ditulis dalam Cerita. Tag: , . 2 Comments »

2 Tanggapan to “Membeli Rumah itu seperti Memilih Jodoh…”

  1. Arief Fajar Nursyamsu Says:

    Betul mas, membeli rumah kalau belum jodoh ya susah. Tapi kalau sudah jodoh.. wuh.. langsung klik gitu..

    Semoga bisa segera nemu “jodohnya” ya..

    Amin

    semoga bisa cepat ngeklik gitu loh. Thx banget mas Arief

  2. &I fadllan Says:

    Betul sekali kang Suryo, kalo belum ketemu, yahh… susahnya bukan main. Tapi beda banget pengalaman kang Suryo dengan kami. Cukup satu hari untuk menjatuhkan pilihan dan kurang dari dua bulan proses sudah selesai.
    alhamdulillah, kami yakin ini doa orang tua dan teman-teman kami. karena kami belum apa-apa, masih banyak dosa.
    Seperti mengambil tulisan dalam bungkus jajan anakku, Coba terus, jangan menyerah. Pasti ada jalan, ini rencana terbaik yang Allah berikan kepada kita.
    Kalo ada waktu mampir aja ke gubuk kami. Kita bisa sharing bareng, OK?

    Makasih mas Andi, manungsa kuwi uwis nduwe dalane dhewe-dhewe…Mungkin inilah jalan terbaik untuk mendapatkan yang terbaik…Mungkin banyak dosa yang sudah kami lakukan, but doa orang lain kami butuhkan… Doakan saja mas Andi… Insya Allah, kami akan mampir ke istana panjenengan… Tetap semangat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: