Guru … (dengan G “besar”)

Ketika mengikuti kegiatan TOT (training of trainers) bagi calon fasilitator Workshop Pengembangan Bahan Ajar dan Bahan Ujian Berbasis TIK pada beberapa waktu yang lalu, ketika ada uji keterbacaan buku panduan, ada pembahasan menarik tentang kata “guru”.

Apa yang menarik dari diskusi tersebut? Karena di dalam teks disebutkan ada kata Guru dengan huruf “G” (baca : ge besar) lengkapnya dalam konteks kalimat “… bermanfaat bagi Guru dalam pengembangan bahan ajar dan bahan ujian…”. Menurut saya lebih tepat jika kata tersebut menggunakan huruf kecil yaitu guru, karena guru merupakan kata benda yang harus ditulis dengan huruf g kecil. Tetapi ada salah seorang teman yaitu Pak Budi sang mu KASEK dari Selong Nusa Tenggara sana berkata lebih baik pakai G (g besar) dengan alasan siapa lagi yang bisa menghargai guru selain guru itu sendiri.

Saya tersentak kaget… Benar juga kalau kita menggunakan g kecil itu akan mengecilkan arti seorang guru. Kapan guru akan menjadi besar jika g – nya kecil terus. Entahlah apapun yang dikatakan oleh ahli bahasa yang sudah tinggi kepakarannya meskipun nantinya ditulis g kecil, mulai sekarang saya akan menuliskan guru dengan g besar yaitu Guru…

Sekedar otak-atik otak, G yang harus besar dari seorang guru bukan hanya huruf yang di awal kata itu saja. G bisa berarti Gaji yang harus Gede, dan Greng (Niat) untuk menjadi Guru yang Gede juga. He-he-he :)…

Gaji gede harus ngapain, jika kecil ngapain

Niat gede gimana, kalo kecil gimana

Segala perbuatan akan bergantung pada niat masing-masing

Jadi Guru, siapa takut?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: