Apa yang kita sombongkan

Pernah suatu ketika khotbah sholat Jumat, saya memandangi jari-jari tangan dan pergelangan tangan saya. Saya melihat bagian-bagian tangan saya dengan teliti, ada otot, pembuluh darah, rambut, dan lain-lain. Saya memandanginya dan akhirnya merenungkan bahwa suatu saat semua ini akan menjadi tanah. Saya sadar Allah sudah menciptakan saya sudah sedemikian sempurnanya. Saya bersyukur bahwa saya masih diberi kehidupan dengan segala anggota tubuh yang lengkap. Apa pantas saya sombong? Lha wong saya itu hanya memakai…Lha wong saya itu cuma diberi kepercayaan untuk menggunakannya, tubuh dan jiwa saya sebenarnya hanya milik Allah.
Buat apa ketampanan, kecantikan, kemulusan kulit kita, kecerdasan kita kalau kita sombongkan? Semuanya itu tidak ada artinya dibandingkan dengan seluruh kebesaran Allah yang Maha Sempurna.

Ditulis dalam Cerita. 2 Comments »

2 Tanggapan to “Apa yang kita sombongkan”

  1. reni rohmawati Says:

    semua yang anda tulis itu benar.saya juga tidak suka dan tidak mau bersikap sombong,tapi penilaian masing-masing orang kan berbeda.
    Bagaimana cara agar kita tidak bersikap sombong?
    kita tahu itu hal yang dibenci oleh-NYA.tapi untuk mempraktekkannya sangatlah susah.

  2. Suryo Says:

    Kesombongan itu memang sangat tipis banget dengan bangga. Yang penting kita berusaha menjauhkan diri kita dari sifat sombong dengan cara tidak bergaul dengan orang-orang yang sangat sombong dan selalu melihat kekurangan diri kita


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: