Pada zaman jahiliyyah apabila terdengar suara tangis seorang anak perempuan kecil yang diseret bapaknya untuk dikubur hidup-hidup adalah hal yang biasa dan lumrah. Pemandangan yang sering dilihat oleh kedua mata dan di dengar oleh kedua telinga di zaman dimana manusia hidup dibawah naungan kegelapan-kegelapan jahiliyyah yang membawa hati-hati manusia menjadi keras melebihi kerasnya batu gunung. Oleh karena itu tidaklah aneh kerasnya hati seorang bapak yang mengubur anak perempuannya hidup-hidup. Entah berapa banyak anak-anak perempuan yang dikubur hidup-hidup tanpa dosa kecuali untuk menebus rasa malu dari bapak-bapak mereka yang merasa terhina di tengah-tengah kaum jahiliyyah hanya karena mereka mendapat anak perempuan!? Entah berapa banyak pula di zaman jahiliyyah itu muka-muka yang masam dan hitam bercampur kemarahan yang dalam ketika dikabarkan kepadanya bahwa istrinya telah melahirkan sorang bayi perempuan? Baca entri selengkapnya »










